Senin, 09 April 2012

Hubungan Seni, Seniman, dan Masyarakat

Hubungan Seni, Seniman, dan Masyarakat
Kebudayaan pada masyarakat tidak lepas dari pola perilaku masyarakat dalam menciptakan karya seni. Hubungan ini terjadi secara alamiah yang membentuk suatu instrumen dari karya seni. Beberapa instrumen dari karya seni adalah:
1. Seni
Seni adalah produk jenis perilaku manusia yang khusus, penggunaan imajinasi secara kreatif untuk membantu kita menerangkan, memahami dan menikmati hidup. Ketika seorang penari menari, ia menghasilkan perilaku manusia yang khusus, yaitu tarian. Ia tidak menari bagai seorang robot. Ia menari dengan imajinasi yang kreatif sesuai dengan penghayatannya terhadap pesan dan makna tarian itu. Tarian yang diperankannya membantu para penikmat seni untuk memahami dan menikmati hidup sesuai pesan dan makna tarian itu.
Setiap bentuk seni lahir dari situasi dan kondisi alam serta berusaha untuk menjelaskan situasi dan kondisi alam fisik manusia. Misalnya, ketika seorang pelukis melukis tanah yang gersang dengan dinaungi awan hitam pekat, lukisan itu lahir dari imajinasinya mengenai situasi dan kondisi alam fisik manusia, yaitu kegersangan dan masa depan yang buram. Penjelasan yang hendak diberikan lukisan itu adalah bahwa alam sangat gersang dapat menyebabkan kesengsaraan kehidupan manusia.
Kesenian juga untuk melambangkan kritik sosial terhadap situasi dan kondisi sosial serta pemerintah. Kita sering melihat kelompok teater yang bermain drama di jalanan. Mereka menggunakan berbagai aksesoris dan lambang. Setelah mereka bermain drama yang memilukan, pentas di akhir,
dengan menghancurkan sesuatu atau mengarak peti mati. Pembakaran itu dapat dimaknai sebagai protes dan kemarahan. Peti mati berarti kematian. Apa yang mereka protes, bila mereka protes terhadap pemerintah atau lainnya berarti mereka menunjukkan kemarahannya kepada pemerintah. Apa yang mereka protes, bila mereka protes terhadap pelaksanaan demokrasi berarti mereka ingin mengatakan bahwa pelaksanaan demokrasi sudah mati.
Dalam kehidupan sehari-hari seni digunakan untuk menggambarkan rasa cinta, kasih sayang, dan keindahan. Contohnya, adalah lukisan Monalisa yang terkenal itu untuk menggambarkan kecantikan, keanggunan dan keindahan. Tentu saja hal ini sangat mungkin dilakukan dengan penuh rasa cinta. Kita juga sering melukis orang lain yang kita sayangi, kita gambar dengan penuh hati-hati dan kesabaran yang lahir dari hati yang penuh sayang. Akhirnya, lahirlah gambar wajah yang sangat kita kenal.
Kita akan mengetahui bahwa seni selalu memiliki tujuan yang berguna dan praktis dalam kehidupan manusia. Di atas telah dikatakan bahwa lagu tentang laut bertujuan untuk membangkitkan semangat para awak kapal untuk mendayung perahu. Lukisan tanah gersang bertujuan menyadarkan untuk menghentikan penggundulan hutan. Drama dengan simbol peti mati betujuan mengingat pemerintah untuk menjalankan pemerintahan yang demokratis, dan sebagainya. Tetapi pada saat ini, manusia cenderung menikmati seni untuk tujuan hiburan belaka, untuk memenuhi rasa keindahan yang dimiliki rasa estetikanya. Dalam studi Antropologi, yang paling utama kita ketahui dari suatu hasil seni adalah tujuan yang beguna dan praktis dalam kehidupan.
2. Seniman
a. Siapa Seniman dan Apa Kegiatan Seniman?
Siapakah seniman? Bila seni dipahami sebagai kegiatan yang kreatif bukan hasilnya maka setiap orang adalah seniman.
Bila manusia merasakan ada nyanyian di dalam hatinya maka ia akan menyanyi. Ia adalah seniman. Tukang ukir mengambil sebuah gading dan mengukir tanpa tujuan.
Ia terus mengukir sambil terus berpikir dan akhirnya menemukan bentuk ukiran yang akan diukir, yaitu anjing laut. Semua orang dapat melakukan proses yang sama, mengambil pensil dan kanvas, seraya terus menggoreskan penanya tanpa tujuan yang jelas. Setelah proses itu berjalan beberapa lama, akhirnya Ia menemukan bentuk lukisan dan menyempurnakannya. Kita semua bisa melakukan hal yang sama, yaitu menciptakan karya seni sebagai suatu proses atau kegiatan yang kreatif, sehingga semua manusia adalah seniman.
Apabila seni dipahami sebagai hasil berupa karya-karya seni, yaitu lagu, puisi, patung, lukisan, dan sebagainya maka seniman adalah orang yang dapat menghasilkan karya seni. Menurut pengertian ini, tidak semua orang dapat disebut seniman, yang dapat dikategorikan seniman adalah hanya orang yang dapat menghasilkan karya seni. Mereka diantaranya adalah Wage Rudolf Supratman pencipta lagu kebangsaan Indonesia “Indonesia Raya”. Affandi, Surono, Hendra, Sudjojono dari kalangan pelukis yang banyak menghasilkan karya seni berupa lukisan, dan sebagainya.
Kegiatan seniman adalah melakukan kegiatan berkesenian, seperti menyanyi, mencipta dan membaca puisi, melukis, akting, dan sebagainya. Kegiatan berkesenian dapat dipandang, sebagai:
1) Penyaluran kekuatan adi-kodrati.
2) Penyaluran bakti (kepada Tuhan, atau pemimpin).
3) Melestarikan warisan nenek moyang.
4) Sarana atau komponen pendidikan (baik dalam aspek penerusan nilai- nilai budaya maupun pengembangan kreativitas).
5) Kegiatan bersenang-senang dan berhibur.
6) Sarana mata pencaharian hidup.
Dalam “budaya Indonesia karya Edi Sedyawati” dipaparkan beberapa contoh hakekat kegiatan berkesenian oleh seniman. Contoh-contoh itu dikutipkan sebagai berikut :
1) Seorang seniman kecapi Cianjuran menyatakan bahwa penyajian tembang-tembang Sunda Cianjuran adalah sarana menumbuhkan rasa yang amat mendalam yang membuat orang masuk ke dalam “kekosongan”, semacam keterlepasan dari keterikatan hidup sehari-hari.
2) Seorang dalang wayang golek Sunda menyatakan bahwa penyajian seninya pada hakikatnya adalah aktualisasi situasi masa kini yang dihadapi bersama oleh dalang, penanggap, maupun penontonnya.
Atas dasar fungsi kegiatan berkesenian di atas dan tujuan kegiatan berkesenian di atas setiap karya seni memiliki hakekat unik. Hakekat karya seni memiliki berbagai kemungkinan, di antaranya sebagai:
1) Kekuatan adi kodrati yang menjelma.
2) Ide yang mewujud.
3) Energi yang mewujud.
4) Sarana kesinambungan tradisi.
5) Wujud kreativitas.
6) Sarana bersenang.
b. Kebebasan Berkreasi
Kesenian adalah proses kreatif seniman dalam olahan renungan intuisi, kepekaan seni dan nurani kesenimanan ketika berhadapan dengan problematika masyarakat, persoalan hidup atau pun gugatan rasa religiusitas serta kejujuran untuk senantiasa setia pada nurani.
Berkesenian berarti proses kreatif seniman dengan menggunakan intuisi, kepekaan dan hati nurani dalam menilai permasalahan masyarakat, persoalan hidup atau pun rasa keimanan dan ketakwaan yang dituangkan dalam salah satu bentuk hasil kesenian, seperti puisi, drama, lukisan, film atau tari, dan sebagainya. Banyak orang berkata bahwa kesenian adalah kritik sosial.
Seniman dalam menciptakan seni dengan melakukan proses kreatif yang membutuhkan adanya jaminan kebebasan berkreasi. Kebebasan seniman untuk mengomentari kehidupan sosial dalam wujud hasil seni.
Kebebasan seniman untuk mengajak masyarakat kembali pada nilai-nilai dasar religi yang diwujudkan dalam bentuk seni. Kebebasan seniman untuk menggalang solidaritas sosial yang dinyatakan dalam bentuk hasil seni. Seniman bebas melakukan apa saja dalam berkreasi dalam berkesenian untuk menghasilkan seni.
Ekspresi kebebasan berkesenian oleh seniman hanya tunduk pada satu perintah, yaitu hati nurani. Hati nurani selalu menyuarakan keikhlasan, kejujuran dan pengabdian. Keikhlasan adalah suatu keadaan atau kondisi yang sesuai dengan sikap dan perbuatan yang dilakukan dengan tulus hati, hati yang bersih dan jujur. Sikap dan perbuatan ikhlas mengandung unsur-unsur tanpa pamrih, tanpa mengharapkan balas jasa, dan dilakukan dengan sukarela. Bila salah satu dari ketiga unsur itu tidak terpenuhi dalam berkesenian maka tidak akan terwujud keikhlasan dalam berkesenian.
Kejujuran adalah suatu keadaan atau kondisi yang sesuai dengan sikap dan perbuatan yang dilakukan dengan tidak curang dan penuh ketulusan hati. Sikap dan perbuatan jujur mengandung unsur-unsur yang seharusnya (sesuai dengan norma-norma masyarakat) dan yang sebenarnya (sesuai dengan kenyataan). Bila salah satu dari kedua unsur itu tidak terpenuhi dalam proses berkesenian maka tidak akan terwujud kejujuran oleh seniman.
Dengan cara kerja seniman yang demikian maka tidak jarang hasil kerja seniman tidak disukai oleh pihak-pihak tertentu karena dianggap mengganggu kenyamanan mereka. Tidaklah mengherankan apabila pemerintah Indonesia di masa lalu pernah melarang pementasan-pementasan seni karena dianggap mengganggu kenyamanan pemerintah yang berkuasa. Pelarangan seni dimaksud diantaranya dapat dicatat, pelarangan “Opera Kecoa” Teater Koma-nya Nano Riantiarno dan pelarangan pembacaan dua puisi Rendra pada pekan seni Hari Ulang Tahun Ismail Marzuki. Dengan sederhana dapat dikatakan bahwa penggunaan kebebasan berekspresi oleh seniman adakalanya menghasilkan seni yang mengganggu kenyamanan pemerintah, keamanan dan ketertiban kehidupan masyarakat. Contoh lainnya, adalah foto bugil Anjasmara yang diklaim sebagai hasil seni dan dipajang dalam sebuah pameran seni. Hal ni mengundang reaksi keras dari masyarakat Indonesia, bahkan permasalahanannya sempat di bawa ke pengadilan.
c. Tanggung Jawab Berkesenian
Setiap kebebasan berekspresi yang berlebihan oleh seniman dapat saja menimbulkan keresahan masyarakat. Oleh karena ini para seniman perlu juga memperhatikan tanggung jawab dalam kebebasan berekspresi, Singkatnya kebebasan yang bertanggung jawab dalam berekspresi.
Bagaimanapun juga seniman adalah makhluk sosial, oleh karena itu seniman juga harus mendukung terwujudnya kedamaian dan ketenteraman masyarakat melalui karya-karya seninya. Bagaimanapun juga seniman adalah anggota suatu bangsa, oleh karena itu seniman juga harus memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui karya seninya.
Bagaimanapun juga, seniman adalah anggota suatu negara. Oleh karena itu seniman harus mengajak orang untuk mematuhi norma-norma yang berlaku di negaranya melalui karya-karya seninya.
Kebebasan berekspresi seniman harus digunakan dalam kerangka tanggung jawab mewujudkan kedamaian ketenteraman masyarakat, persatuan dan kesatuan serta kepatuhan pada norma-norma negara. Karya seni selayaknya selaras dengan nilai-nilai masyarakat, bangsa dan negara. Bila bertentangan maka karya seni itu akan mendapat reaksi yang tidak diharapkan dari masyarakat, bangsa dan pemerintah. Kebebasan berekspresi yang berlebihan tidak mengindahkan nilai-nilai masyarakat
dan melahirkan perilaku anarkhis dalam wujud karya seni. Sebaliknya pengekangan terhadap kebebasan berekspresi seniman oleh negara akan menghambat lahirnya karya-karya seni sebagai hasil ekspresi olah pikir yang mengabdi pada hati nurani, kejujuran, dan keikhlasan. Terjadi pengekangan terhadap salah satu hak asasi manusia, yang pada akhirnya menghambat kemajuan masyarakat, bangsa dan negara. Yang dibutuhkan adalah kebebasan berekspresi yang bertanggung jawab oleh seniman.
Pengertian tanggung jawab adalah keharusan manusia menanggung berbagai akibat dari perbuatan yang dilakukan berdasarkan hak.
Tanggung jawab seniman adalah keharusan seniman menanggung berbagai akibat dari karya seni yang dihasilkan berdasarkan kebebasan berekspresi. Contohnya Siap dipenjara apabila dinilai bahwa karya seni yang dihasilkan menghina pejabat negara, kepala negara, dan sebagainya.
Oleh karena ini sebelum mempublikasikan karya seni, seorang seniman hendaknya mempertimbangkan dengan sungguh apakah karya seni yang dihasilkannya sudah sesuai dengan nilai-nilai masyarakat, bangsa dan negara Indonesia. Bila sudah, siap untuk dipublikasikan. Bila belum, maka tidak ada salahnya untuk menunda publikasinya
.3. Masyarakat
a. Pengertian Masyarakat
Masyarakat adalah golongan besar atau kecil terdiri dari beberapa manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh mempengaruhi satu sama lain. Ada dua syarat utama terjadinya masyarakat, yaitu terdapat dua orang atau lebih dan terdapat sifat saling mempengaruhi atau pertalian kebatinan yang terjadi dengan sendirinya. Masyarakat bukannya ada dengan hanya menjumlahkan adanya dua orang atau lebih saja, tetapi di antara mereka harus ada pertalian satu sama lain.
Sifat saling mempengaruhi antaranggota masyarakat setidaknya ditandai oleh adanya kesadaran dari setiap anggota terhadap adanya anggota lain. Kesadaran akan adanya orang lain menumbuhkan sikap dan perbuatan untuk memperhatikan orang lain itu dalam tiap langkahnya. Keberadaan orang lain itu mempengaruhi gerak langkah kehidupannya. Bila cara memperhatikan itu telah menjadi adat, tradisi atau lembaga maka perhatian terhadap orang lain itu akan tetap terpelihara sekalipun tidak ada seseorang di dekatnya.
Contohnya, adalah untuk menghindari terjadinya tabrakan antar pejalan kaki maka orang berjalan di sebelah kiri jalan. Inti menghindari tabrakan adalah perhatian akan adanya orang lain. Bila cara perhatian itu (berjalan di sebelah kiri jalan) telah menjadi peraturan atau adat maka orang akan tetap berjalan di sebelah kiri jalan meskipun tidak ada orang di sekitarnya.
b. Masyarakat dan Seni
Masyarakat adalah sumber seni. Tidak ada seni bila tidak ada masyarakat. Setiap masyarakat melahirkan seni. Setiap masyarakat memiliki seni. Seni adalah hasil dari masyarakat sesuai dengan perkembangan peradabannya. Kesenian mencerminkan nilai-nilai yang dianut suatu masyarakat dan sekaligus merupakan cara untuk mewariskan nilai-nilai tersebut kepada generasi berikutnya di samping sebagai berbagai fungsi lainnya, seperti fungsi hiburan dan penyaluran kekuatan adi kodrati.
Ketika cerita rakyat (folklore) begitu akrab dengan kehidupan manusia, ia sering digunakan untuk menunjukkan dan mewariskan nilai-nilai masyarakat kepada generasi berikutnya. Cerita rakyat terdiri dari mitos, legenda dan dongeng. Mitos pada dasarnya bersifat religius, karena memberi rasio pada kepercayaan dan praktek keagamaan. Fungsi mitos adalah memberi gambaran dan penjelasan tentang alam semesta yang teratur, yang merupakan latar belakang perilaku yang teratur.
Legenda adalah cerita-cerita semihistoris yang memaparkan perbuatan para pahlawan, perpindahan penduduk dan terciptanya adat kebiasaan lokal, dan yang istimewa, selalu berupa campuran antara realisme dan supernatural. Fungsinya untuk mengibur dan untuk memberi pelajaran serta untuk membangkitkan kebanggaan orang atas keluarga, suku atau bangsa. Malin Kundang dan Si Mardan adalah contoh legenda masyarakat Minangkabau dan Batak yang hendak menanamkan sekaligus sebagai sarana untuk mewariskan pentingnya nilai kepatuhan dan hormat kepada orang tua serta menjauhi sikap durhaka kepada orang tua karena akibatnya sangat buruk bagi yang bersangkutan.
Dongeng adalah cerita kreatif yang diakui sebagai khayalan untuk keperluan hiburan. Meskipun mungkin juga memberi wejangan atau memberi pelajaran praktis mengenai suatu nilai, sekaligus sebagai sarana untuk mewariskan nilai tersebut. Superman, Batman, dan Robin Hood adalah contoh dongeng masyarakat modern. Selain sebagai hiburan, dongeng tersebut juga hendak mengajarkan sekaligus menanamkan nilai-nilai, tertentu, seperti nilai-nilai kepahlawan, keberanian membela keberanian, bersikap jujur, berani membela orang yang lemah, dan sebagainya. Setiap masyarakat pasti memiliki dongeng Superman, Batman, dan Robin Hood menurut versinya masing-masing.
Masyarakat selalu memiliki seni. Kesenian setiap bersifat unik, berbeda satu sama lainnya. Setiap seni adalah hasil perenungan seniman terhadap masyarakatnya. Oleh karena itu, karya seni selalu mencerminkan ide-ide dan nilai-nilai masyarakatnya. Berikut ini akan dipaparkan bukti-buktinya dari seni masyarakat suku bangsa Indonesia.
1) Kesenian Aceh banyak dipengaruhi oleh kebudayaan Islam, namun telah dikembangkan dan disesuaikan dengan lingkungan sosial budaya Aceh sendiri. Seni Kaligrafi Arab juga banyak berkembang di daerah ini, seperti terlihat pada berbagai ukiran dan relief mesjid, rumah dan surau mereka. Sementara itu seni tari yang terkenal dari Aceh adalah seudati, seudati inong dan sudati tunang (Zulyani Hidayah, 1999).
2) Suku bangsa Bengkulu mendiami daerah sekitar Kotamadya Bengkulu, pesisir pantai kabupaten Bengkulu Utara dan kabupaten Bengkulu Selatan. Kesenian lama yang masih bertahan hingga saat ini diantaranya adalah dendang Melayu, sendratari randai, tari saputangan, tari payung, dan tari lilin. Alat-alat musik tradisionalnya adalah rebab, terbang, gendang, seruling, gong, kulintang, dan sebagainya (Zulyani Hidayah, 1999).
3) Suku bangsa Betawi merupakan suatu suku bangsa baru yang terbentuk oleh berbagai campuran suku bangsa lain sejak zaman Jakarta masih sebagai pelabuhan yang bernama Sunda Kelapa, kemudian berubah menjadi Batavia. Suku bangsa ini dulu mungkin berasal dari orang-orang Melayu, Sunda, Jawa, Bugis, Makasar, Bali, Ambon, dan rasa lain, seperti Arab, Cina, Portugis, dan sebagainya. Kesenian Betawi yang masih hidup dan berkembang sampai sekarang, antara lain ondel-ondel, yaitu orang-orangan berukuran besar dari anyaman bambu dan diberi baju serta dipakai untuk menari. Dalam seni musik dikenal gambang kromong, gambang muncak, dan sambrah. Seni tradisionalnya yang terkenal adalah lenong Betawi (Zulyani Hidayah, 1999).
4) Orang Bugis sering juga disebut orang Ugi. Suku bangsa ini mendiami beberapa kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, seperti Kabupaten Bulukumba, Sinjai, Bone, Soppeng, Wajo, Sidenreng-Rappang, Pinrang, Polewali-Mamasa, Enrekang, Pare-Pare, Barru, Maros, dan Kepulauan Pangkajene. Pada umumnya orang Bugis beragama Islam. Kebudayaan tradisional Bugis telah melahirkan berbagai macam jenis kesenian, berbagai macam tarian, seni tradisi lisan (sinlirik), alat musik gesek (kesooeso), syair, dan pantun klasik (kelong).
5) Orang Kutai umumnya berdiam di Kabupaten Kutai, Provinsi Kalimantan Timur. Dalam bidang kesenian, orang Kutai mengenal seni sastra yang disebut tarsulan, yaitu syair yang dibacakan dengan berlagu. Biasanya dibawakan pada upacara perkawinan, kithanan, naik ayunan, dan khatam Al Quran. Ada pula yang disebut betingkilan, yaitu seni berbalas pantun antarpemuda dan gadis sambil berlagu.(Zulyani Hidayah, 1999).
4. Hubungan Seni, Seniman dan Masyarakat
Pada masa Purba, sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat saat itu, karya seni terjelma dalam lukisan jari-jari tangan dan hewan buruan dan simbol-simbol lainnya pada dinding-dinding gua. Simbol itu dimaksudkan untuk melambangkan kepercayaan dan sarana peribadatan masyarakat pada masa itu untuk berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa.
Pada masa Hindu Budha, karya seni sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai Hindu Budha, seperti tampak pada patung-patung yang terdapat di berbagai candi-candi yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia, seperti Bali dan kawa Tengah, yang menggambarkan para dewa dengan beberapa hiasan yang memiliki makna penting bagi masyarakat Hindu Budha, seperti Padma Teratai, Swatika, Kalamakara dan Kinnara.
Pada masa Islam, sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat yang sangat kental dengan nilai-nilai agama Islam maka lahir karya seni yang merefleksikan simbol-simbol dan nilai-nilai Islam. Contohnya, adalah kaligrafi yang terdapat pada berbagai iptek manusia, seperti belati, tombak, pedang dan panji-panji, pada bidang musik kita mengenal rebana yang identik dengan musik bernuansa Islam.
Masuknya bangsa Barat ke Indonesia juga mempengaruhi karya seni Indonesia. Masyarakat Indonesia mulai memasuki masa modern. Sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat maka seni yang berkembang adalah seni musik di samping berbagai jenis musik lainnya. Sumbangan nilai Barat terhadap seni masyarakat Indonesia adalah oktaf, ritme, dan nada, yang sering membawakan nilai-nilai kesetaraan, kemerdekaan dan kebebasan.
Dintinjau dari perkembangan seni, masa ini masyarakat Indonesia memasuki masa postmodern. Jenis dan bentuk seni terus mengalami perkembangan, eksperimen seni diadakan. Muncul seni kontemporer melengkapi seni yang sudah mapan. Seni post modern membawa struktur perasaan yang mencerminkan nilai-nilai masyarakat pendukungnya.
Menurut Chris Baker (2005), struktur perasaan post modern adalah :
a. Pengertian akan ciri hidup yang fragmentaris, ambigu, dan tak pasti
b. Kesadaran akan sentralisasi hal-hal yang mungkin terjadi.
c. Pengakuan terhadap perbedaan.
d. Percepatan laju kehidupan.
Seniman baik dalam arti semua orang atau orang yang menghasilkan karya seni pada hakekatnya melakukan kegiatan berkesenian sebagai aktualisasi situasi masa kini yang dihadapi oleh masyarakat. Seniman yang menghasilkan lukisan wanita yang sangat cantik mungkin sedang mengaktualisasikan rasa cintanya yang sangat besar terhadap wanita.
Setiap orang pada dasarnya memiliki rasa cinta, itulah sebabnya lukisan itu disukai setiap orang.
Seniman yang menghasilkan lukisan alam yang penuh kedamaian hendak menyampaikan pesan betapa baiknya hidup dalam damai, hal ini sekaligus sebagai protes terhadap ketidakdamaian yang terjadi di masyarakatnya, dan sebagainya. Dan hampir semua seniman melakukan kegiatan seni dengan melihat pada situasi dan kondisi masyarakatnya.
Karya seni adalah pujian, protes dan aktualisasi terhadap/dari situasi dan kondisi masyarakat.
Berdasarkan uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa hubungan seni, seniman dan masyarakat adalah:
a. Masyarakat selalu memiliki seni yang dilahirkan oleh beberapa senimannya.
b. Masyarakat 0adalah sumber inspirasi bagi seniman dalam melahirkan karya seni.
c. Karya seni adalah sarana seniman untuk mengkritik dan memperbaiki keadaan masyarakatnya.

Reaksi:

1 komentar:

Petunjuk Download

Semua link download akan dialihkan ke adf.ly secara otomatis,,,ketika masuk di halaman adf.ly , silahkan sobat klik tombol (SKIP AD atau LEWATI) pada kanan atas layar sobat atau drag tombol (SKIP AD atau LEWATI) tersebut ke kotak adress bar,,,setelah itu sobat akan langsung masuk ke halaman mediafire dan silahkan download filenya.............. enjoy :) :D

NB : jika saat mendownload, sobat diminta memasukan password untuk membuka filenya. silahkan masukan password "fnr-site.blogspot.com" (tanpa tanda petik!)